Yang namanya virus itu umumnya menularkan atau dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Akibatnya yang ditularkan bisa sakit bahkan lebih daripada itu. Tergantung jenis virusnya dan kekebalan tubuh bagi yang menerimanya (penderitanya).
Diketahui bahwa CORONA (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan (selengkanya baca di situs WHO). Penularannya menurut informasi sampai saat ini sudah mengelilingi dunia. Yang menghebohkan adalah dapat menimbulkan kematian yang tidak kalah seriusnya dengan virus-virus lainnya. Penularannya melalui sentuhan tangan, bersin dan batuk. Akibatnya dikeluarkan kebijakan dari pihak berwenang agar masyarakat membatasi diri dan jaga jarak (physical and social distancing). Dengan demikian, berdampak kepada kehidupan sosial dan ekonomi.
Penulis sengaja mengangkat tema ini yang berjudul CORONA atau COVID-19 itu adalah Virus bermaksud memberi pandangan dan pemikiran kepada kita semua yang mungkin menganggap bahwa ini bukan sekadar virus semata. Tetapi ada konspirasi dan seterusnya.
Orang berfikiran dan beragumen itu biasa-biasa saja. Tetapi dampak dari fikiran dan argumen serta opini bagi kebanyakan orang menjadi tidak biasa. Akibatnya menimbulkan kecemasan, kepanikan bahkan juga berujung kematian yang dikarenakan bukan karena CORONA nya. Tetapi akibat fikiran, argumen serta opini tadi.
Bila dikaitkan dengan agama (ISLAM) bahwa virus itu adalah suatu penyakit menular yang bagi manusia wajib memelihara dan mencegah dirinya. Dan mengenai hal ini, di masa nabi dan para sahabat pernah mengalami hal sejenis. Maka perintahnya adalah bila mendengar wabah, virus di suatu tempat maka jangan memasukinya atau bila di suatu tempat dimana virus itu berada maka jangan keluar dari situ agar tidak menularkan.
Dan agama memang sangat serius soal kebersihan dan kesehatan. Bahkan ini merupakan dari iman. Makanya kalau diperhatikan bahwa agama melarang manusia memakan yang haram agar tidak sakit. Shalat mesti berwudhu` agar bersih dan seterusnya.
Jadi, penulis ingin mengatakan bahwa cerdaslah kita sebagai ummat Islam bahwa terhadap sesuatu itu dalam hal ini virus adalah virus. Dan cara menyikapinya adalah menghindari dan menjauhi diri dari virus tersebut. Karena ada yang menganggap macam-macam. Semestinya mungkin virus ini akan segera berakhir menjadi kesenangan "beliau" ini. Karena ada yang menganggap dirinya bukan virus biasa.
Virus ini mengingatkan pentingnya kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan. Dan dianggap propaganda dan konspirasi sepertinya sangat berlebihan. kalaupun benar adanya, mudah-mudahan propaganda dan konspirasinya gagal total. Kenapa ? Sebagai orang yang mengaku beriman dan bertakwa kepada Allah maka pasti meyakini bahwa makar atau konspirasi buruk buatan manusia tidak ada apa-apanya di bandingkan Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Mari kita kembalikan akal sehat yang Allah berikan. Jadikan CORONA ini sebagai virus yang mengingatkan kepada kita bahwa pentingnya kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan. Biarkan para ahli dan pekerja kesehatan menyelesaikan tugasnya. Dan semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan tubuh dan keimanan yang kokoh menghindari virus ini serta atas izinNya mengakhirkan virus ini pada waktunya. Mudah-mudahan kita tetap dalam keadaan sehat wal `afiat dan dapat kembali beraktivitas seperti biasanya. Amin yaa rabbal `aalamiin.
Walaahu a`lam bissowaab.
Yang dikatakan nasehat itu adalah pengetahuan, ilmu, pelajaran, pengingat, teguran, dan lain sebagainya yang mengarahkan manusia kepada jalan yang lurus dari kota dunia menuju kampung akhirat dan menetap di surgaNya Allah robbul `aalamin
Showing posts with label ilmu pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label ilmu pengetahuan. Show all posts
"Kembali kepada Quran dan Sunnah", mengapa mesti resah ??
Istilah dan seruan "kembali kepada Quran dan Sunnah" acapkali terdengar di ceramah-ceramah, kajian-kajian di berbagai tempat. Terutama di media mainstream seperti youtube, facebook, WA dan seterusnya. Sehingga seruan ini mendapatkan reaksi pro dan kontra.
Bagi yang pro dengan seruan tersebut terdapat dua kelompok, yaitu :
Sedangkan bagi yang kontra dengan seruan tersebut terdapat juga dua kelompok, yaitu :
Bagi yang pro dengan seruan tersebut terdapat dua kelompok, yaitu :
- Kelompok yang ingin memahami Islam seperti nabi dan para sahabat nabi. Dan kelompok ini biasanya didominasi oleh masyarakat awam yang ingin hijrah dari kebiasaan "maksiat"nya.
- Kelompok yang ingin memahami Islam yang tidak cukup hanya memahami melalui karya-karya ulama tetapi juga merujuk kepada sumbernya yaitu Al-Quran dan Sunnah. Dan kelompok ini kebanyakan dari kalangan akademisi, jenuh dengan doktrin-doktrin tokoh agama, calon Mujaddid dan Ulama khalaf.
Sedangkan bagi yang kontra dengan seruan tersebut terdapat juga dua kelompok, yaitu :
- Kelompok yang mempertahankan tradisi "taqlid" dan "mazhab" ulama soal pemahaman dan pengamalan agama. Karena bagi mereka pemahaman agama sudah selesai dibahas. Dan tidak ada lagi peluang untuk mengkaji ulang secara kritis terhadap Islam dan ijtihad ulama yang tentunya secara keilmuwan dan kesahihahnnya tidak lagi diragukan. Maka bagi kelompok ini menganggap orang-orang yang "kembali kepada Quran dan Sunnah" telah merusak tradisi menghormati ulama dan dianggap telah lancang lagi tidak sopan. Apalagi orang-orang di zaman sekarang mana ada atau semakin langka memenuhi syarat sebagai mujtahid.
- Kelompok ini hampir mirip dengan kelompok yang pertama (yang kontra). Hanya saja kelompok ini sebenarnya tidaklah kontra seratus persen. Mereka mengakui bahwa ijtihad masih terbuka. Apalagi persoalan dan kebutuhan ummat mesti dijawab dan dicarikan solusinya oleh ulama-ulama khalaf. Dan memang agama itu adalah ilmu pengetahuan yang perlu dikritisi pemahamannya melalui diskursus ilmiyah. Tetapi kelompok ini mengingatkan bahwa untuk "kembali kepada Quran dan Sunnah" harus menggunakan ilmu Quran (Ulumul Quran) dan ilmu Hadits (Ulumul Hadits). Tidak serampangan dan hendaknya tidak menghasilkan ijtihad yang menyeleneh lagi menyimpang. Serta tetap menghormati karya-karya ulama terdahulu.
Dengan demikian, seruan "kembali kepada Quran dan Sunnah" tidak perlu resah apalagi direspon secara negatif bahkan mentah-mentah ditolak. Karena setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya yang mau dan mampu mengkaji agama secara keilmuwan.
Ketahuilah bahwa kemajuan kebudayaan dan peradaban Islam disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan agama oleh orang-orang Islam itu sendiri sehingga menghasilkan ilmuwan dan ulama muslim sebagaimana dalam sejarah hal tersebut telah dibuktikan. Kalau dibandingkan dengan hari ini, hampir semua aspek bahwa Islam dan orangnya kalah bersaing dengan "orang lain". Padahal Islam menyerukan "fastabiqul khayrat" dan "khayra ummah" sebagai motivasi bagi orang Islam itu sendiri.
Maka bersikap bijaksanalah bagi yang "betah" bertaqlid dan bermazhab dan luruskan niat karena Allah bagi yang ingin mengkaji ulang dan mengembangkan keilmuwan keagamaan dengan harapan mendatangkan manfaat bagi ummat dan bukan justru mendatangkan malapetaka bagi ummat dan Islam itu sendiri. Karena sampai kapanpun selama ada kebenaran disitu ada kesalahan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. Wallaahu a`laam.
Ketahuilah bahwa kemajuan kebudayaan dan peradaban Islam disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan agama oleh orang-orang Islam itu sendiri sehingga menghasilkan ilmuwan dan ulama muslim sebagaimana dalam sejarah hal tersebut telah dibuktikan. Kalau dibandingkan dengan hari ini, hampir semua aspek bahwa Islam dan orangnya kalah bersaing dengan "orang lain". Padahal Islam menyerukan "fastabiqul khayrat" dan "khayra ummah" sebagai motivasi bagi orang Islam itu sendiri.
Maka bersikap bijaksanalah bagi yang "betah" bertaqlid dan bermazhab dan luruskan niat karena Allah bagi yang ingin mengkaji ulang dan mengembangkan keilmuwan keagamaan dengan harapan mendatangkan manfaat bagi ummat dan bukan justru mendatangkan malapetaka bagi ummat dan Islam itu sendiri. Karena sampai kapanpun selama ada kebenaran disitu ada kesalahan. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. Wallaahu a`laam.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Hijrah mengingatkan bahwa manusia itu makhluk dinamis dan bukan statis
Manusia adalah makhluk bergerak sebagaimana makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Itu makanya diberi kaki untuk berjalan, berlari dan melompat. Gun...
-
Al-Quran merupakan petunjuk dan pedoman hidup manusia. Sehingga harapannya menjadi manusia yang adil dan beradab. Sebab, bila manusia tida...
-
Soal corona atau COVID-19 yang sedang mewabah hampir di seluruh dunia saat ini, membuat orang-orang meronta dan merana. Karena yang biasa me...
-
Kebanyakan orang-orang bila ditanya "Untuk apa anda belajar?" "Anda menuntut ilmu supaya apa?" Maka jawabannya sudah dap...